sudikah kau kupinang dengan seperangkat alat generator invoice
Design

Sudikah kau kupinang dengan seperangkat alat generator invoice

Kebiasaan-kebiasaan atau ciri khas orang Indonesia cukup banyak mendarah daging di diri saya.

Salah satunya adalah ketidakenakan.

Sebuah keadaan dimana anda mau, tapi berat hati untuk mengatakannya.

Bisa jadi karena takut menyinggung, takut merusak keadaan, atau barangkali kita cukupkan saja dengan alasan “Malu”.

Para kaum ketidakenakan ini biasanya menganggap bahwa ketidakenakan merupakan salah satu syarat untuk menjadi pribadi yang sopan maupun santun.

Seng penting adab dan akhlakne.

Ada banyak rupa kasus ketidakenakan ini, misalnya merasa tidak enak kalau berpakaian terbuka, tidak enak kalau menyampaikan pendapat, tidak enak kalau bilang tidak ketika ada yang meminta bantuan, dan masih banyak lagi.

Sedangkan kasus ketidakenakan yang ingin saya ceritakan ditulisan ini sendiri adalah perasaan tidak enak mengirim invoice ke client.

Haha.

Anda tahu tidak kenapa saya menyelipkan tawa di atas?
Bukan karena lucu atau menggelikan, tapi karena saya merasa malu kebiasaan tidak enak ini sampai terbawa-bawa ke dunia perkerjaan.

Dalam dunia freelance tentu istilah invoice tidak asing lagi. Jika kita artikan ke Bahasa Indonesia, Invoice berarti tagihan.

Invoice ini digunakan sebagai dokumentasi penagihan untuk pembiayaan project dari freelance ke clientnya.

Biasanya Invoice dikirim ketika permilestone selesai atau ada juga ketika projectnya selesai. Ya balik lagi ke sistem ngerjain projectnya.

Berbeda dengan kebanyakan freelance diluar sana yang sangat suka proses mengirim invoice ke client. Saya justru merasa tidakenak ketika mengirimkan invoice 🙁

Ya gimana ya, saya kerap kali berpikir rasanya tidak enak saja menagih orang, meskipun itu sudah menjadi hak saya.

Tapi kalau tidak ditagih ya tidak ada uang.

Mau menagih berat hati, kalau tidak ditagih ya berat di diri.

Hingga pada suatu hari saya sempat membayangkan betapa asiknya jika ada seseorang yang membantu saya dalam urusan mengirim invoice ke client.

Berangkat dari hal itulah saya jadi berpikir apa bisa kita meminang seseorang dengan seperangkat alat generator invoice.

Saya biar fokus bekerja saja, sedangkan sang kekasih urusan tagih-menagih dengan client.

Cukup tekan tombol “create invoice” dan adinda siap menjalankan tugasnya.
Haha.

Tawa yang diatas kali ini betul-betul tawa. Saya lepas.

Karena memang saya belum ada sedikitpun rencana kedepan untuk pinang-meminang atau bahkan menikah.

Jadi cukup geli agaknya membayangkan hal yang demikian.

Mulai belajar untuk melepas perasaan tidak enak

Lagi pula perasaan tidak enak dan bayangan terkait meminang itu merupakan saya yang dulu.

Sekarang saya sudah cukup berani untuk mengirimkan invoice ke client ketika telah menyelesaikan milestone atau projectnya.

Cukup dengan beberapa baris pesan surat kabar elektronik, misalnya seperti ini

Hello Abigail,
We are done for milestone 1. This is for Invoice. We will continue work once I get paid for milestone 1.
Thanks,Tri

Hehe asik sekali bukan?

Perasaan tidak enakan memang kerap kali dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih beradab.

Tapi ya jangan sampai perasaan tidak enak tersebut membuat kita sampai merasa dirugikan ya.

Bagaimana dengan kalian? apa ada juga yang pernah merasa tidak enak ketika mengirim invoice ke client.

12

One Reply to Sudikah kau kupinang dengan seperangkat alat generator invoice

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *