Bisnis Online

Cara Rahasia Membagi Waktu Kuliah dengan Bisnis

Kamu seorang mahasiswa yang sedang menjalankan bisnis? Atau baru saja hendak memulai bisnis tapi bingung dan takut kamu tidak bisa membagi waktu dengan kuliah?

Jika iya, maka artikel ini cocok untuk kamu. Melalui artikel ini, saya akan membagikan kiat-kiat dan cara rahasia membagi waktu. Antara kuliah dan bisnis atau usaha yang sedang kamu jalankan.

Tidak bisa dipungkiri seorang mahasiswa terkadang berada pada posisi dimana mereka mulai bergairah untuk mencari uang. Bisa karena kurangnya uang disebabkan kegiatan kuliah yang banyak, atau bisa juga karena ingin membantu kedua orang tuanya.

Sayangnya salah satu problematika mahasiswa yang berbisnis adalah manajemen waktu. Banyak mahasiswa yang menjalankan bisnis atau suatu usaha suka terbengkalai dengan urusan kuliahnya. Al-hasil, mereka mendapatkan nilai yang tidak memuaskan, mengulang mata kuliah tersebut, dan terlembat lulusnya.

Kita sebagai pebisnis, tentu menginginkan keduanya optimal, bukan?

Bisnis jalan, kuliah pun lancar.

Untuk mendapatkan keduanya, kita perlu melakukan manajemen waktu yang baik.

Tenang saja, yang namanya manajemen waktu itu tidak serta merta langsung bisa kita kendalikan. Manajemen waktu akan terlatih seiring berjalannya waktu itu sendiri. Jadi mari kita nikmati prosesnya bersama-sama.

Membagi waktu Kuliah dengan Bisnis

Seimbangkan Proporsi bermalas-malasan anda.

Untuk memulainya. Sekarang cobalah kamu siapkan kertas dan sebuah pulpen ataupun pensil. Kemudian, tuliskan kalimat berikut di kertas yang sudah kamu siapkan

“Saya lupa, bahwa saya memiliki 24 jam dalam satu hari. Yang mana, waktu itu terlalu berharga untuk saya terus pergunakan dengan bermalas-malasan dan hal-hal yang tidak terlalu penting lainnya.

Setelah kamu tulis. Di sanalah kita akan mulai memahami bahwa, sebenarnya Kuliah dan Bisnis kita akan sangat-sangat bisa seimbang, apabila kita juga bisa menyeimbangkan waktu bermalas-malasan kita.

24 jam terlalu banyak hanya untuk 2 hal.(kuliah dan bisnis)

Bung, dalam beberapa hal bermalas-malasan itu perlu. Karena barangkali bisa mendatangkan ide liar lainnya. Tetapi kita juga perlu menyeimbangkannya, karena jika terlalu berlebihan dalam bermalas-malasan, kita akan banyak kehilangan hal-hal lainnya.

Catatlah hal-hal penting yang akan kamu lakukan.

Setelah memahami konsep mengenai penyeimbangan bermalas-malasan tersebut. Sekarang mari kita catat apa-apa saja hal penting yang harus kita lakukan. Baik dalam skala perhari, perminggu, maupun perbulang.

Contoh untuk skala perhari :

– 15:00 ke pasar beli bahan untuk produk

– 20:00 kerjakan tugas jurnal MK Antropologi

dst

Begitu juga untuk perminggu dan perbulan, catat dan jadwalkan apa yang harus kamu lakukan diminggu dan dibulan itu.

Beberapa dari kita suka menganggap sepeleh perihal mencatat. Kita selalu menganggap bahwa otak kita dapat menampung semuanya, hingga lupa bahwa otak kita juga memiliki batasan.

Terlepas dari itu, dengan mencatat kita menjadi seolah memiliki sebuah pengingat dan penegur. Apabila kita melanggar jadwal tersebut, artinya kita telah melakukan kesalahan dan harus diberi konsekuensi.

Berilah Konsekuensi untuk Diri Sendiri

Agar pembagian waktu kuliah dan bisnis kita jadi semakin efektif, kita perlu memberi konsekuensi untuk diri kita. Jadi tiap kali kita melanggar jadwal, kita akan mendapatkan hukuman. Contoh : Jika kita melanggar jadwal ke pasar, kita hukum dengan bersedekah atau bisa juga dengan membantu membersihkan tempat ibadah seperti masjid.

Sekalipun telat, tetap dihukum!

Untuk bisa menjadi orang yang dapat membagi waktu antara kuliah dan bisnis kamu harus bisa taat pada waktu dan tidak menjadi manusia yang suka ngaret. Oleh sebab itulah kamu harus bisa tepat waktu.

Bagi waktu lima menit

Saya pernah menuliskan metode saya mengatasi writers block di blog personal saya. Pada tulisan itu saya menyampaikan mengenai cara saya yang suka memabagi waktu 5 menit untuk setiap pekerjaan.

Jadi sebutlah kita memiliki dua pekerjaan. Yaitu menulis skrip untuk video promosi, dan tugas resume buku Sistem Politik Indonesia.

Pertama-tama siapkanlah sebuah penghitung waktu mundur. Bisa dengan Handphone, jam tangan, ataupun laptop. Atur waktunya 5 menit. Sebenarnya tidak harus 5 menit, terserah kamu, bisa 10 menit ataupun 15 menit. Tapi saya lebih suka 5 menit.

Setelah penghitung waktunya dimulai, pada 5 menit pertama mulailah dengan membaca buku yang kamu resume. Jika habis, 5 menit selanjutnya adalah menulis skrip untuk video promosi kamu. Begitu juga selanjutnya.

Pastikan kamu mengabaikan kata “tanggung”

Ketika menggunakan metode ini, kamu akan mendapati dan secara spontan akan menuturkan kata “tanggung”

“Ah, tanggung. Satu kalimat lagi halaman selanjutnya nih.”

“Aduh kenapa bunyi sekarang sih, tanggung, lagi asik-asiknya baca.”

Percayalah, hal yang membuat metode menjadi asik adalah ketanggungan itu sendiri.

Maksudnya, ketika kamu sedang asiknya menulis dan begitu damai rasanya, tiba-tiba penghitung mundurnya berbunyi. Hilangkan lah rasa tanggung itu, kamu harus belajar konsisten dengan komitmen yang telah kamu buat.

Tinggalkanlah tulisanmu, sekarang saatnya kamu membaca. Dan apabila 5 menitnya habis lagi, tinggalkanlah sejenak dunia dari cerita itu. Sekarang saatnya kamu menciptakan dunia mu lewat tulisanmu.

Jangan pernah menuruti rasa tanggung itu dengan memanjakannya. Sehingga kamu mencuri waktu 5 menit yang lainnya.

Rasa tanggung itu akan membuat kamu penasaran dan tidak sabar mengetahui apa yang bisa kamu lakukan selanjutnya dari masing-masing kegiatan.

Oleh sebab itulah, kunci dari permainan ini adalah, jangan pernah memakan waktu 5 menit yang lainnya.

Dengan begitu kita tetap bisa menjalankan tugas kuliah dan bisnis

Nah bagaimana? Mudah sekali bukan untuk membagi waktu kuliah dan bisnis. Seperti yang saya sebutkan di atas. Manajemen waktu itu bersifat terus berkembang seiring berjalannya waktu. Jadi untuk sekarang mari kita nikmati prosesnya dan tuai hasilnya.

Sekian untuk artikel Cara Rahasia Membagi Waktu Kuliah dengan Bisnis

Baca juga :