alur deal project
Freelance

Alur Deal-dealan Project Sebagai Freelance

Ada beberapa hal yang harus dilalui sebelum deal dan mulai mengerjakan sebuah project.

Selama ini project yang saya dapatkan tidak selalu sama, terkadang dapat project pembuatan website, kadang juga dapat project perancangan aplikasi.

Saya menyadari meskipun project-project yang kerap saya dapati itu berbeda, alur deal-dealannya tetap sama.

Hanya saja terdapat perbedaan apabila kita melihat dari scope project yang di dapat. Dalam kata lain, itu project besar atau hanya project kecil.

Untuk alur deal project kecil tidak terlalu repot. Contoh dari project kecil misalnya membenahi atau menambahkan komponen kecil di dalam suatu program atau design.

Dengan scope project yang kecil, anggaran tidak terlalu besar serta deadline yang tidak lama, maka proses deal-dealannya juga tidak terlalu ribet.

Biasanya kalau dapat project kecil, si client akan menjelaskan terkait project yang sedang mereka kerjakan lalu meminta bantuan improvisasi pada halaman tertentu atau komponen tertentu.

Saya pun memberi tahu harga serta bisa menyelesaikannya berapa lama, apabila si calon client setuju, maka projectnya deal dan bisa mulai dikerjakan.

Sementara itu untuk project besar alurnya tidak sesederhana project kecil.

Katakanlah contoh dari project besar adalah saya di hire sebagai Product Designer dan mengerjakan rancangan SaaS product untuk educational platform. Dalam project tersebut saya mulai dengan membuat user story, user flow, design system, wireframe, UI, hingga pembuatan micro interaction.

Dengan scope project sebesar itu biasanya memerlukan waktu berkisar 2-4 bulan.

Karena kedua belah pihak(client dan freelance) menyadari bahwa ini project besar, maka diperlukan pembahasan yang mendetail guna menghindari miscommunication yang dapat menghambat project di tengah jalan.

Ketika mendapati project besar seperti contoh tersebut biasanya alur yang saya lewati adalah sebagai berikut:

Proposal

Apabila posisinya saya yang berusaha menghampiri company tertentu, maka saya akan mengajukan tawaran dengan mengirim proposal, baik melalui email maupun dengan perantara situs marketplace freelance.

Diskusi sederhana

Tidak semua proposal direspon oleh calon client. Tapi untuk company atau individu yang tertarik dengan proposal saya maka tahap selanjutnya adalah mereka akan mengajak diskusi singkat melalui email atau chat. Pembahasannya seputar tentang apa project ini, final product yang diharapkan, kisaran anggaran, deadline, hingga mengirim beberapa referensi dan kompetitor.

Menyepakati jadwal kick off meeting

Apabila dalam diskusi singkat itu kedua belah pihak merasa cocok, maka selanjutnya adalah mendiskusikan jadwal kick off meeting bersama-sama.

Kick off meeting merupakan meeting yang dilakukan di awal project. Dilakukan oleh calon client untuk menjelaskan lebih detail terkait project yang akan dijalankan. Terlepas dari membahas project, kick off meeting biasanya juga dilakukan oleh calon client untuk memastikan bahwa freelance yang akan mereka hire ini bukan scam atau penipu, dan dapat dipercaya mengerjakan project tersebut. Dalam kata lain first impression dalam kick off meeting sangatlah penting.

Negosiasi harga

Setelah menjelaskan setiap detail project pada saat kickoff meeting, maka selanjutnya client akan meminta estimasi anggaran untuk project tersebut.

Saya biasanya tidak langsung memberikan harga pada saat kickoff meeting, karena memerlukan waktu untuk mengkalkulasikan semua biaya berdasarkan pekerjaan dan deadline yang diberikan.

Jadi setelah kickoff meeting, saya mulai menghitung, menjumlahkan, membuat list harga, lalu mengirim ke calon client.

Deal project

Mengirimkan harga selalu menjadi hal yang menegangkan, karena saya kerap berpikir
“duh harganya ketinggian ga ya?”
Karena kalau client merasa itu ketinggian, mereka biasanya akan langsung lepas, sedikit sekali yang mau mengajak negosiasi.

Tapi apabila harga sudah disetujui, maka itu artinya project sudah disepakati dan siap dimulai.

Beberapa company terkadang meminta untuk menandatangi NDA.

NDA sendiri merupakan singkatan dari Non Disclosure Agreement.

Sederhananya NDA adalah dokumen perjanjian yang diminta oleh pihak company agar si contractor atau freelancer menandatangani, tanda sepakat bahwa semua informasi terkait project tidak boleh disebarluaskan dan terikat secara hukum.

Jadi apabila project kecil biasanya tidak perlu melakukan meeting baik sekadar telpon atau video call, si client cukup menjelaskan detail melalui chat atau email. Sementara itu untuk project yang besar alurnya cukup panjang, harus melalui kickoff meeting, bahkan saya pernah melalui beberapa meeting sebelum mencapai deal untuk project tersebut. Belum lagi jika company nya meminta tanda tangan NDA.

7